Awak kabin Garuda Indonesia, melayani penumpang pesawat dalam penerbangan Jakarta-Balikpapan, Jumat (7/12/2018). Garuda Indonesia meluncurkan layanan penerbangan bernuansa klasik bertajuk Garuda Indonesia Vintage Flight Experience dari tanggal 7-17 Desember 2018(KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZES)
JAKARTA, KOMPAS.com - Bepergian dengan pesawat memang menjadi pilihan banyak orang. Selain harganya yang kini mulai terjangkau, pesawat juga punya keunggulan dari segi kecepatan dan pelayanan.
Pesawat - Mendengar Taklimat Semasa Dalam Pesawat Keselamatan Dan Peraturan Penumpang Yang Perlu Diketahui title=AirAsia Sedia Tingkat Kapasiti Pesawat style=width:100%;text-align:center; onerror=this.onerror=null;this.src='https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSwcwt27rntqv8CvugRvYg790HE1ZGv_dAGtIbZUzUhJEM2ortYf2_ObM61N_5q40zWGe0&usqp=CAU'; />
Namun demikian di pesawat ada berbagai aturan baik lisan maupun tidak lisan. Peraturan ini wajib dilakukan, demi kepentingan diri sendiri dan penumpang lainnya. Berikut adalah 10 hal yang jangan dilakukan saat berada di pesawat.
Panduan Dan Persediaan Umrah
Baik di lingkungan bandara maupun di pesawat, jangan pernah bercanda soal bom. Sanksinya cukup berat dan berlaku di semua bandara dan maskapai dunia. Pilihlah topik bercanda lain, selain bom.
Banyak penumpang memilih untuk mendengar musik atau tidur selama peragaan keselamatan. Padahal peragaan keselamatan baiknya ditonton setiap kali menumpang pesawat. Selain peragaan keselamatan, hitung juga jarak kursi terdekat ke pintu atau jendela evakuasi.
Jangan pernah mencoba minum obat baru yang Anda tidak tahu efek sampingnya saat bepergian naik pesawat. Coba dahulu minum obat saat berada di darat. Sebab efek obat tidak dapat diprediksi, dan meski ada penanganan pertama untuk korban sakit di pesawat tidak selengkap di darat.
Perlukah Matikan Telefon Bimbit Ketika Berada Dalam Penerbangan?
Kesalahan yang banyak dilakukan orang, merebahkan kursi saat waktu makan. Harus diingat, orang lain di belakang Anda mengandalkan meja makan yang terletak di belakang kursi Anda.
Segelas minuman beralkohol mungkin masih bisa ditolelir dan membantu mempercepat tidur. Lebih dari itu malah memberi efek sebaliknya, tubuh akan terus dehidrasi dan bisa menghilangkan kesadaran.
Orang lain juga membawa bagasi kabin, kecuali jika bagasi di atas kepala Anda sudah penuh. Mintalah bantuan kepada kru kabin, dimana harus menaruh bagasi Anda.
Keselamatan Pesawat Malaysia Airlines Mh122 Terancam! Penumpang Mencurigakan Diberkas
Menghalangi penumpang sebelah bisa menggunakan berbagai benda yang ditaruh di kaki. Bijaklah memilih barang yang harus Anda taruh di kolong kursi sehingga tidak menyusahkan orang lain saat ingin keluar.
Bukan rahasia umum jika kursi pesawat semakin kecil. Dengan kata lain ruang privat semakin mengecil. Jadi hargai tempat penumpang lain, misalnya tidak mengangkang terlalu lebar hingga mengganggu penumpang lain, melempar rambut ke sembarang tempat, atau menguasai lengan kursi.
Baik kepada penumpang maupun ke kru kabin, jangan sekalipun bertindak dan berbicara asusila. Sekalipun jika Ada beranggapan asusila bentuk bercanda. Hal tersebut dapat diproses dan dikenakan sanksi.

Kenapa Handphone Dilarang Di Pesawat ?
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram Kompas.com News Update, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Berita Terkait Bagaimana Sistem Pembuangan Kotoran Manusia di Dalam Pesawat?Awas! Sembarangan Naik Pesawat Usai Menyelam Bisa Berakibat FatalHindari Gejolak, Menpar Usul Tarif Pesawat Tak Naik Tiba-tiba
Jixie mencari berita yang dekat dengan preferensi dan pilihan Anda. Kumpulan berita tersebut disajikan sebagai berita pilihan yang lebih sesuai dengan minat Anda.Saya terpanggil untuk berkongsi dengan anda tentang topik ini setelah saya terlihat dengan tidak sengaja beberapa gambar di dalam Instagram di mana juruterbang dan pramugara yang melanggar etika semasa sedang bertugas. Kejadian (gambar tersebut) sudah agak lama juga terjadi cuma baharu sekarang saya rasakan untuk meluahkan rasa ketidaksenangan hati. Mungkin terdapat banyak syarikat penerbangan lain yang mempunyai anak-anak kapal yang lalai dalam menjalankan tanggungjawab menjaga keselamatan di dalam penerbangan tetapi saya apa yang ingin saya dedahkan di sini adalah berdasarkan apa yang saya lihat sendiri.
Covid 19: Terbang Dengan Selamat Bersama Airasia
Keutamaan pramugara/pramugari sebaik sahaja memasuki kapal terbang ialah memeriksa peralatan keselamatan seperti contoh memastikan tempat duduk (crew seat/jump seat) berfungsi dengan baik, memeriksa botol oksigen, alat pemadam api, alat pengesan kebakaran di dalam tandas, jaket keselamatan tambahan dan beberapa barangan keselamatan yang lain. Selepas selesai menjalankan pemeriksaan tersebut, baharulah pramugara/pramugari meneruskan tugas dengan urusan di dapur. Bagi juruterbang pula, mereka turut melakukan pemeriksaan keselamatan di dalam kokpit.
Apabila penumpang masuk ke dalam pesawat, tanggungjawab anak-anak kapal terhadap penumpang adalah lebih kepada keselamatan. Pramugara/pramugari akan memberikan taklimat keselamatan secara persendirian kepada penumpang kurang upaya, penumpang yang membawa anak kecil dan penumpang bawah umur.

Setelah pintu pesawat ditutup dan apabila pesawat sudah mula mengundur, juruterbang di dalam kokpit dilarang dari diganggu kecuali jika ia berkaitan dengan keselamatan atau ingin melaporkan kabin pesawat sudah bersedia untuk berlepas. Pramugara/pramugari juga sibuk memeriksa penumpang supaya mereka duduk dan mematuhi segala peraturan keselamatan.
Pesawat Super Air Jet Rute Denpasar Alami Gangguan, Kemenhub Bakal Beri Teguran
Gambar dirakamkan di Lapangan Terbang Sydney dan semasa pesawat yang saya naiki sedang berbaris di landasan untuk berlepas serta turut diikuti oleh dua buah lagi kapal terbang. Pramugara/pramugari perlu memeriksa penumpang dan kabin supaya supaya ia selamat untuk berlepas dan sebaik sahaja duduk di crew seat/ jump seat, mereka perlu menjalankan silent review.
Semasa pramugara/pramugari duduk di kerusi masing-masing (crew seat/jump seat) dan sebelum pesawat berlepas mereka seharusnya melakukansilent review. Ingin saya maklumkan di sini bahawa kejadian kecemasan dan kemalangan kerap terjadi semasa pesawat berlepas dan mendarat. Justerusilent reviewadalah sangat penting untuk mereka.Silent reviewmembawa maksud pramugara/pramugari bersedia dari segi mental dalam menghadapi pendaratan kecemasan. Mereka perlu mengingati arahan yang perlu disampaikan kepada penumpang sekiranya perlu keluar dari pesawat. Bagaimana untuk membuka pintu pesawat, bila perlu mengarahkan penumpang memakai jaket keselamatan, mengingati peralatan kecemasan yang perlu dibawa keluar dari pesawat. Sudah enam tahun saya meninggalkan kerjaya saya sebagai pramugari tetapi sehingga ke hari ini saya masih ingat bagaimana ingin menyampaikan arahan kecemasan kepada penumpang. Antara beberapa patah perkataan ialah seperti di bawah ini.
EMERGENCY! Head Down Grab Ankle Remain Seated. KECEMASAN! Tunduk, Pegang Kaki Duduk Perkataan-perkataan lain yang terkadung di dalam arahan ialah; “BRACE, BRACE, BRACE, ”, “Remain Seated”, “Unfasten Seat Belts, ” “Leave Everything, ” “Come this Way, ” “Step Through, ” “Jump and Slide.
Aturan Yang Sering Dilanggar Penumpang Saat Naik Pesawat
Apabila anda melihat pramugara/pramugari duduk di sini (crew seat/jumpt seat) semasa berlepas dan mendarat, fikiran mereka tidak kosong sebaliknya mereka perlu melakukan silent review. Mereka juga bertanggungjawab menjaga alatan keselamatan yang terdapat berhampiran tempat duduk masing-masing serta pintu yang bersebelahan dengan mereka. Gambar ini dirakamkan di dalam pesawat Qantas A380 di tingkat atas (upper deck).

Berbalik kepada perenggan pertama yang saya nyatakan sebentar tadi, saya amat kesal dan malu apabila melihat gambar seorang pramugara (Malaysia Airlines) yang duduk dijump seatdan masih ada masa mengambil gambar barisan kapal terbang di atas landasan sebelum berlepas. Tanpa segan silu gambar dimuat naik di dalam Instagram. Kejadian kedua, kali ini suami saya pula ternampak satu gambar di Instagram di mana seorang juruterbang (Malaysia Airlines) yang melakukanselfiedi dalam kokpit sebelum memulakan penerbangan awal pagi dan dengan gembira serta bangga beliau menyatakan di akaun Instagram yang beliau tidak tidur semalaman sebelum kembali bertugas pada pagi itu. Tidur yang cukup adalah satu keperluan penting bagi anak-anak kapal malah ia merupakan salah satu polisi syarikat penerbangan. Sikap juruterbang ini adalah amat tidak bertanggunjawab dan membahayakan nyawa sendiri serta nyawa penumpang. Kejadian ketiga ialah saya pernah ternampak seorang juruterbang (Air Asia) yang merakamkan video semasa pesawat beliau berbaris di atas landasan sebelum berlepas dan beliau muat naik video itu di dalam Instagram.
Satu-satunya syarikat penerbangan dari Asia yang saya kagumi dalam menjaga displin kakitangan ialah Singapore Airlines. Cukup sukar untuk melihat anak-anak kapal mereka berkongsi gambar secara terbuka di laman sosial. Jika ada sekalipun, gambar tersebut dirakam dan dimuat naik oleh para penumpang. Mereka sedar yang undang-undang dan tindakan displin adalah sangat ketat dan berat. Satu lagi syarikat penerbangan yang mempunyai undang-undang ketat terhadap displin anak-anak kapal ialah Qantas. Oleh kerana suami saya pernah berkhidmat dengan Qantas maka beliau tahu bagaimana displinnya rakan sekerja beliau. Saya yang juga sebagai penumpang kerap Qantas dapat melihat ketegasan pramugara/pramugari ketika bertugas.
Patuhi 7 Aturan Ini Saat Naik Pesawat
Suami saya pernah menegaskan jika juruterbang dan pramugara yang bersikap seperti ini bertugas di dalam penerbangan yang sama, beliau tidak teragak-agak untuk menghantar mereka ke tindakan displin. Malah beliau pernah melakukannya sebelum ini.Adakah anda sanggup dan berani untuk terbang dengan juruterbang dan pramugara seperti yang saya ceritakan di atas? Tepuk dada, tanya selera. Sekiranya pada masa akan datang anda rasa sesuatu yang mencurigakan (tentang keselamatan) berlaku di dalam pesawat anda berhak untuk menyoal pramugara/pramugari tersebut. Jika di negara barat, sudah beberapa kali penumpang menegur dan dapat menangkap pramugara/pramugari yang melanggar undang-undang keselamatan semasa mereka sedang bertugas. Kesedaran seperti ini harus diamalkan bagi penumpang di negara Asia juga. Asalkan anda tahu hak anda sebagai penumpang, anda tidak perlu takut untuk bertanya dan bersuara. Kepada pramugara/pramugari yang membaca artikel ini, saya berharap anda dapat menjalankan tanggungjawab dengan baik dan ikhlas serta saling ingat mengingati antara rakan sekerja supaya tidak melakukan perkara yang dilarang.
Kerana saya tidak lagi tinggal di Malaysia sejak tahun 2009 dan bukan lagi penumpang bagi Malaysia Airlines serta Air Asia.T etapi demi keluarga serta sahabat handai yang masih menggunakan syarikat-syarikat penerbangan ini, saya bersuara.Ingin saya tekankan di sini bahawa saya bukan mengkritik membuta tuli. Saya tidak akan sesekali melupakan Malaysia Airlines yang juga bekas majikan saya. Yang salah, tetap salah. Yang salah juga perlu ditegur dan diperbetulkan. Saya berharap apa yang dikongsikan di sini dijadikan iktibar dan teladan.
Jika anda mempunyai sebarang pertanyaan, sila nyatakan di dalam ruangan komen dan tinggalkan alamat e-mel untuk saya membalasnya kelak. Anda juga boleh ikuti perkembangan terbaru saya melalui akaun Instagram, blog_th2010.

Komentar