Diketahui bersama bahwa ketika Rasulullah saw tiba di kota Madinah, maka bertemulah beberapa unsur kelompok masyarakat yang berbeda, [11] yang merupakan kewajiban sekaligus tantangan bagi beliau untuk membentuknya menjadi sebuah masyarakat yang bermartabat, dibangun di atas pondasi yang kokoh, dan memiliki tata aturan yang mengatur tingkah laku dan cara pergaulan di antara mereka. Pembentukan masyarakat Islami untuk pertama kalinya, dikerjakan sendiri oleh Rasulullah saw. Dengan demikian beliau memberi pelajaran kepada kita bagaimana seharusnya masyarakat Islam itu terbentuk, langkah-langkah apa saja yang dilakukan oleh Rasulullah dalam membina masyarakat Madinah yang heterogen itu, menjadi satu keluarga besar, yang memperhatikan seluruh anggota masyakaratnya tanpa memandang asal suku dan kabilahnya. Itulah keluarga Islam masyarakat Islam. Berikut penjelasan beberapa langkah praktis yang dilakukan oleh Rasulullah dalam membentuk masyarakat Islam itu: 1. Pembinaan Melalui Masjid Sesampainya di Madinah, Rasulullah saw. segera menegakkan masyarakat islam yang kokoh dan terpadu, dan sebagai langkah pertama kearah itu, Rasulullah saw membangun masjid.[12] Tidaklah heran kalu masjid merupakan asas utama dan terpenting bagi pembentukan masyarakat Islam, karena masyarakat Islam tidak akan terbentuk kokoh dan rapi kecuali dengan adanya komitmen terhadap sistem, aqidah dan tatanan Islam, hal ini hanya bisa ditumbuhkan melalui semangat masjid.[13] Di dalam masyarakat Islam masjid berkedudukan sebagai pusat pembinaan mental spiritual dan phisik material, tempat berhubungan dengan Tuhan sepanjang zaman, yang akan melahirkan hubungan yang kokoh antara hamba dengan Tuhannya dan akan menjadi sumber kekuatan individu-individu Muslim. Bagaimana tidak kaum muslimin diwajibkan melakukan kejama'ahan shalat fardu yang lima di masjid-masjid, dan shalat jum'at berjama'ah setiap minggu. Kejam'ahan shalat di masjid inilah yang akan membentuk jama'ah (masyarakat) Islam yang solid, menjadi kultur (adapt istiadat) perkampungan kaum muslimin, sehingga terwujud masyarakat yang la khaufun 'alaihim walahum yahzanun.[14]
Hijrah Nabi dari kota Makkah ke Madinah merupakan titik awal kehidupan umat Islam yang bebas dan merdeka di bawah pimpinan Nabi. Hal tersebut juga menandai pertama kali lahirnya kehidupan bernegara dalam Islam. Namun pada saat itu Islam bukanlah satu-satunya komunitas di Madinah. Di antara penduduk Madinah juga terdapat komunitas-komunitas lain, seperti orang-orang Yahudi dan suku-suku arab yang belum bisa menerima Islam. Dengan kata lain, umat Islam merupakan bagian dari suatu masyarakat Madinah yang majemuk
Berjaya title=Kemunculan Tamadun Islam Zaman Madaniyyah style=width:100%;text-align:center; onerror=this.onerror=null;this.src='https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQOxridgNBIDelbMyuRtfb9MtVZqt_fY6BRrHKZn0i1qTOWrdqIKYcmd9sZoTdExrUyqbQ&usqp=CAU'; />
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap Piagam Madinah sebagai konsep budaya dan peradaban. Metode Penelitian: Kualitatif. Hasil Penelitian: Artikel ini mencoba memaparkan Piagam Madinah sebagai konsep budaya dan peradaban. Hasil dari tulisan ini membuktikan bahwa nilai-nilai Islam dalam bentuk Piagama Madinah yang berlaku dalam kehidupan masyarakat Yatsrib itulah yang kemudian mendasari terbentuknya kebudayaan dan peradaban yang tinggi. Diantara nilai-nilai tersebut adalah bahwa Islam menghapuskan kebodohan (buta huruf), Islam merangsang daya observasi untuk memperhatikan dan meneliti alam semesta, Piagam madinah juga membina daya cipta masyarakat, membina bakat dan potensi sehingga seimbang lahir dan batinnya, seimbang ilmu dan akhlaknya, seimbang ikhtiar dan do’anya. Dengan demikian seharusnya ini menjadi kesadaran semua pihak dalam melakukan pengembangan dan pembinaan masyarakat. Bahwa masyarakat madinah yang dibina oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah contoh masyarakat ideal yang harus di ikuti.
Proses Pembinaan Tamadun Islam
Kota Madinatul Munawarah merupakan kota yang dipilih oleh Allah SWT sebagai tujuan hijrah Rasulullah SAW dan sebagai centra dakwah Islam. Pada periode Madinah, Nabi Muhammad SAW menghadapi masyarakat yang berbeda dengan masyarakat Makkah. Masyarakat Madinah adalah masyarakat yang plural, baik agama, suku, budaya, dan ekonomi. Sebelum kedatangan Rasulullah SAW, masyarakat Madinah selalu diliputi konflik antar sesama suku, dan masyarakat Madinah telah lama mengalami perang saudara. Puncaknya terjadi pada peperangan Bu’ats pada tahun 618 M di mana hampir semua suku-suku Arab di Madinah terlibat di dalamnya, demikian juga suku-suku Yahudi, semuanya bersekutu dengan kelompoknya masing-masing. Rasulullah SAW mulai membangun kota Madinah dengan melakukan tiga hal pokok yaitu: membangun masjid, mempersaudarakan antara sahabat Muhajirin dan Anshar, dan mengadakan perjanjian damai. Dan hasilnya luar biasa, perlahan umat islam mulai menunjukkan eksistensinya sebagai umat yang diperhitungkan pada masa itu.
Piagam Madinah memuat ide yang mempunyai relevansi kuat dengan perkembangan dan keinginan masyarakat dunia dewasa ini, bahkan telah menjadi pandangan hidup modern di berbagai negara. Ide dalam Konstitusi Madinah juga diserap oleh para tokoh pendiri bangsa Indonesia, yang dapat dilihat dalam Piagam Jakarta yang kemudian melahirkan Pancasila. Muatan Piagam Madinah dan Pancasila memiliki kesamaan sebagai perjanjian luhur yang membangun, mencintai dan mempertahankan Indonesia. Demikian pula dengan Piagam Madinah, merupakan perjanjian luhur untuk mempertahankan negara Madinah. Keduanya sama-sama memuat asas-asas dan prinsip-prinsip: persaudaraan, persamaan, toleransi, musyawarah, tolong menolong, dan keadilan.
Da'wah of social empowerment is the real action in order to make the improvements. Historically, da'wah in the form of social empowerment based on mosque has been portrayed by the Prophet in the Nabawi Mosque Madinah. Muhammad saw. has successfully repaired and changed the conditions of the Medina people into a new powerfull society. Forms of empowerment included empowering spiritual aspect, social (of unity and equality), education, economics, politics and defense. The steps in empowerment, was to grow and to build the spiritual potential of Tawheed communities, providing access to (social institutions) building a mosque, made peace agreement with the various parties, established markets around the mosque, formed and trained defense forces, and togetherness. Abstrak Dakwah pemberdayaan masyarakar merupakan gerakan dakwah yang bersifat tindakan nyata, guna mewujudkan perubahan. Secara historis, dakwah dalam bentuk pemberdayaan masyarakat berbasis masjid telah diperankan oleh Rasulullah saw. di Masjid Nabawi Madinah. Nabi telah mampu memperbaiki dan mengubah kondisi masyarakat Madinah dan sekitarnya menjadi sebuah masyarakat baru yang maju dari semua sisi. Bentuk pemberdayaan yang dilakukan meliputi pemberdayaan dalam aspek spiritual, aspek sosial (persatuan dan kesetaraan), pendidikan, ekonomi, politik dan pertahanan. Adapun langkah yang ditempuh dalam melakukan pemberdayaan, adalah menumbuhkan dan membangun potensi spiritual Tauhid masyarakat, menyediakan akses (pranata sosial) dengan: membangun masjid, membuat perjanjian damai dengan berbagai pihak, mendirikan pasar di sekitar masjid, membentuk dan melatih pasukan pertahanan, dan kebersamaan. Kata kunci: pemberdayaan, masjid dan dakwah
Masjid, Asas Pertama Hijrah Rasulullah Halaman 1
Tulisan ini berusaha untuk menelusuri kembali seperti apa sejarah penurunan Al-Qur’an pada peradaban masyarakat ketika itu dan bagaimana pesan-pesan Al-Qur’an tersebut mampu membangun/reformasi peradaban baru berdasarkan petunjuk Al-Qur’an. Tulisan ini diharapkan dapat mengembalikan kita pada pemahaman menyeluruh tentang makna dasar kehadiran Islam dan mampu secara lebih bijak memahami peradaban masyarakat modern dengan berkaca pada tujuan diturunkannya Al-Qur’an bagi kehidupan umat manusia. Kalau kita telusuri sejarah turunnya Al-Qur’an, maka kita akan melihat bahwa teks Al-Qur’an terbentuk dalam rentang waktu sekitar dari dua puluh tiga tahun sebagai respon terhadap persoalan-persoalan sosial yang dihadapi masyarakat Arab pada masanya. Sebab itulah, maka dalam memahami Al-Qur’an tidak bisa dilepaskan begitu saja dengan sejarah dan peradaban saat Al-Qur’an diturunkan, untuk mengetahui pesan dasar dari maksud tersebut. Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur kepada masyarakat Arab pada waktu itu, mengomentari keadaan dan peristiwa-peristiwa yang mereka alami bahkan menjawab pertanyaan-pertanyaan dan permasalahan yang mereka hadapi. Isi Al-Qur’an bukan hanya mereformasi peradaban masyarakat yang ada tetapi bahkan merevolusi konsep-konsep peradaban yang sudah baku di tengah masyarakat dan menggantinya dengan konsep baru yang meluruskan dan mencerahkan. Kata kunci: Peradaban Masyarakat, Kehadiran Al-Qur’an, Reformasi Peradaban.Muncul selepas zaman Makiyyah atau selepas peristiwa hijrah Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah. Rasulullah ï·º berhijrah ke Madinah setelah 13 tahun menyebarkan dakwah islam di Makkah. Tahun berlakunya peristiwa hijrah ini diangkat sebagai permulaan tahun Islam iaitu Hijrah.
Zahir – pindah dari sesuatu tempat ke tempat lain, manakala maksud tersirat hijrah merupakan, meninggalkan adat resam dan kebiasaan yg karut dan mungkar masyarakat Arab Jahiliah. Makna lain – perpindahan atau perubahan negatif kepada positif. Dari sudut sejarah Islam – perpindahan Rasulullah dan para sahabat dari Makkah ke Madinah untuk menyelamatkan akidah dan nyawa dari ancaman kafir Quraisy.

Rasulullah ï·º dan pengikut baginda telah berhijrah ke Yathrib dan telah diterima dengan baik oleh penduduk di situ. Bersempena dengan penghijrahan rasulullah itu, penduduk kota Yathrib telah menukar nama kota mereka kepada
Negara Islam Pertama, Di Madinah?
Rasulullah telah menjadikan penduduk di Madinah seperti sebuah keluarga dengan tali persaudaraan yang kuat tanpa mengira bangsa dan agama demi merapatkan ukhwah kedua-dua golongan bagi keamanan Madinah. Terdapat tiga golongan terpenting semasa penghijrahan Rasulullah ï·º ke Madinah iaitu:
Langkah atau usaha pertama yang dilakukan oleh Rasulullah ï·º di Madinah merupakan pembinaan masjid yang menjadi pusat dalam memajukan aktiviti sosial dan ekonomi masyarakat selain menjadi tempat untuk beribadat.

Masjid pertama yang didirikan oleh Rasulullah ï·º merupakan Masjid Quba yang namanya diambil sempena nama perkampungan Quba di situ. Ia dibina ketika Rasulullah hampir tiba di Madinah.
Soalan Dan Skema Bahagian Sirah Dan Tokoh
Rasulullah ï·º telah menggunakan beberapa prinsip pemerintahan sebagai ketua negara, ketua eksekutif, legislatif dan kehakiman di Madinah. Prinsip-prinsip tersebut termasuklah konsep syura, persamaan taraf, persaudaraan sesama islam, keadilan dan mematuhi perlembagaan negara. Golongan yang membantu Rasulullah dalam pentadbiran Madinah tidak menerima bayaran dan melakukannya atas dasar sukarela.
Piagam Madinah atau Sahifah Madinah merujuk kepada perjanjian bertulis atau perlembagaan yang mesti dipatuhi oleh penduduk Madinah. Ia digubal pada tahun kedua Hijrah dan merupakan perlembagaan pertama di dunia.

Piagam Madinah juga dicipta untuk menyatukan seluruh golongan masyarakat di Madinah tanpa mengira bangsa dan agama, serta untuk menekankan peranan masing-masing sebagai anggota masyarakat Madinah.
Sejarah Pendidikan Zaman Rasulullah S.a.w
Rasulullah telah menjadikan penduduk di Madinah seperti sebuah keluarga dengan tali persaudaraan yang kuat tanpa mengira bangsa dan agama demi merapatkan ukhwah kedua-dua golongan bagi keamanan Madinah. Terdapat tiga golongan terpenting semasa penghijrahan Rasulullah ï·º ke Madinah iaitu:
Langkah atau usaha pertama yang dilakukan oleh Rasulullah ï·º di Madinah merupakan pembinaan masjid yang menjadi pusat dalam memajukan aktiviti sosial dan ekonomi masyarakat selain menjadi tempat untuk beribadat.

Masjid pertama yang didirikan oleh Rasulullah ï·º merupakan Masjid Quba yang namanya diambil sempena nama perkampungan Quba di situ. Ia dibina ketika Rasulullah hampir tiba di Madinah.
Soalan Dan Skema Bahagian Sirah Dan Tokoh
Rasulullah ï·º telah menggunakan beberapa prinsip pemerintahan sebagai ketua negara, ketua eksekutif, legislatif dan kehakiman di Madinah. Prinsip-prinsip tersebut termasuklah konsep syura, persamaan taraf, persaudaraan sesama islam, keadilan dan mematuhi perlembagaan negara. Golongan yang membantu Rasulullah dalam pentadbiran Madinah tidak menerima bayaran dan melakukannya atas dasar sukarela.
Piagam Madinah atau Sahifah Madinah merujuk kepada perjanjian bertulis atau perlembagaan yang mesti dipatuhi oleh penduduk Madinah. Ia digubal pada tahun kedua Hijrah dan merupakan perlembagaan pertama di dunia.

Piagam Madinah juga dicipta untuk menyatukan seluruh golongan masyarakat di Madinah tanpa mengira bangsa dan agama, serta untuk menekankan peranan masing-masing sebagai anggota masyarakat Madinah.
Komentar